Well, sebelumnya saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya memelihara kelinci. Seminggu yang lalu saya mempunyai seekor kelinci ras lion yang saya beri nama Chilla, tetapi tidak lama dan baru beberapa hari saya memilikinya, Chilla mesti dipanggil yang maha kuasa. Setelah beberapa hari ayah saya memberikan saya & adik-adik saya sebuah eh salah seekor bayi kelinci yang diberi nama Rambo, bukan, tapi Choky. Yak, nama itu diberikan oleh ibunda saya karena bulunya berwarna coklat karena itu diberi nama Choky (tadinya mau dikasih nama Brown, tapi takut keberatan nama mati lagi). Oke, entah apa penyebab dan asal-muasal Chila mati, kata bokap gue sih tangan gue panas, dan ga cocok di bidang pertanian dan kehewanan (lah apa hubungannya coba? dziig!) makanya Chilla mati (Tuhan, pengen nangis gue inget Chilla, gue harus tegar, gue yakin gue bisa *mengepalkan tangan* Allahuakbar!). Nah, sampai dimana ini cerita gue kenapa malah jadi ngalor ngidul? Oke, sekarang gue punya kelinci baru namanya Choky, dia lincah, gesit, irit (berasa mengiklankan merk motor), maksud gue bisa dikategorikan sebagai kelinci yg hiperaktif, karena udah berkali-kali gue uji dia dengan berbagai tantangan, dan berkali-kali dia lolos dengan tantangan yang gue berikan *prok prok prok* #backsoundlaguwearethechampion, walaupun Choky sempat ngejedak di papan tantangan yang gue berikan. Choky berjenis silangan lokal dan anggora (menurut abang-abang yg jual sih begitu, tp kayaknya bohong deh abiiiss banyakan lokalnya daripada anggoranya. Kampret!). Oke, walaupun begitu gue tetep sayang Choky, karena dia lucu dan tingkahnya sungguh sangat menggemaskan. Suatu hari Choky gue tantang dengan melompati papan kira-kira setinggi 3 kepalan 5 jari, yak memang cukup tinggi tetapi lagi-lagi ia berhasil melewati papan tersebut, Choky memang hebat. Aku bangga padamu, teruskan perjuangan mu nak! (oke ini agak lebay). Yak, tadi kan gue mau cerita tentang permasalahan pada Choky, yaitu gue ga tau apa jenis kelaminnya *dziig! pas gue hunting ke toko kelinci gue tanya gimana cara membedakan yang jantan dan betina dan dipraktekkan si abang-abang penjual (sebut saja bang dadang) kelaminnya dipencet (aduh jd ngilu sendiri) kalau kelaminnya tidak menonjol itu berarti betina, kalo menonjol berarti jantan (agak sedikit omes gue bayanginnya haha) dan gue pun tidak berani mempraktekannya kepada Choky, takut dia kesakitan (ya jelaslah gue yg ngeliat aja ngilu), dan biarkan Choky berkembang walaupun belum diketahui identitas kelamin jantan atau betina, tetapi masalah lain di perut Choky terdapat bulu yang agak sedikit soak, kata abang yg jual sih bakal tumbuh tapi sampe sekarang belum tumbuh juga, gue pun berfikir untuk membelikannya obat penumbuh jenggot (lah ini kan BULU bukan JENGGOT), entah apa yang dialami Choky yg jelas Choky tegar, Choky kuat, kalaupun itu penyakit, gue yakin Choky pasti bisa bertarung melawan penyakitnya. Coba search di google ah penyakit-penyakit pada kelinci. Check it out ---> http://tinyurl.com/5waz25g nih gue dapet judulnya "penyakit korengan pada kelinci". Apakah memang benar Choky mengalami korengan? Tapi mengapa tidak ada koreng yang ada hanya kesomplakan pada bulu? Ini menjadi pertanyaan serius dan gue harus menyelidikinya. Nih gue juga dapet blog tentang kelinci. Check this one ---> http://tinyurl.com/6j6fnf4. Oke, sampe pusing saya blogging (padahal pusing karena belum mandi). Cukup sekian entri atom hari ini saya ucapkan assalamualaikum sekian dan terimakasih maaf bila ada salah-salah kata, saya FITRIAH PURNAMA PUTRI memohon maaf yang sedalam-dalamnya (halah lebay!). Well enough, Bye! *kiss hug poke* :)
Jumat, 18 Februari 2011
All about rabbit
Well, sebelumnya saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya memelihara kelinci. Seminggu yang lalu saya mempunyai seekor kelinci ras lion yang saya beri nama Chilla, tetapi tidak lama dan baru beberapa hari saya memilikinya, Chilla mesti dipanggil yang maha kuasa. Setelah beberapa hari ayah saya memberikan saya & adik-adik saya sebuah eh salah seekor bayi kelinci yang diberi nama Rambo, bukan, tapi Choky. Yak, nama itu diberikan oleh ibunda saya karena bulunya berwarna coklat karena itu diberi nama Choky (tadinya mau dikasih nama Brown, tapi takut keberatan nama mati lagi). Oke, entah apa penyebab dan asal-muasal Chila mati, kata bokap gue sih tangan gue panas, dan ga cocok di bidang pertanian dan kehewanan (lah apa hubungannya coba? dziig!) makanya Chilla mati (Tuhan, pengen nangis gue inget Chilla, gue harus tegar, gue yakin gue bisa *mengepalkan tangan* Allahuakbar!). Nah, sampai dimana ini cerita gue kenapa malah jadi ngalor ngidul? Oke, sekarang gue punya kelinci baru namanya Choky, dia lincah, gesit, irit (berasa mengiklankan merk motor), maksud gue bisa dikategorikan sebagai kelinci yg hiperaktif, karena udah berkali-kali gue uji dia dengan berbagai tantangan, dan berkali-kali dia lolos dengan tantangan yang gue berikan *prok prok prok* #backsoundlaguwearethechampion, walaupun Choky sempat ngejedak di papan tantangan yang gue berikan. Choky berjenis silangan lokal dan anggora (menurut abang-abang yg jual sih begitu, tp kayaknya bohong deh abiiiss banyakan lokalnya daripada anggoranya. Kampret!). Oke, walaupun begitu gue tetep sayang Choky, karena dia lucu dan tingkahnya sungguh sangat menggemaskan. Suatu hari Choky gue tantang dengan melompati papan kira-kira setinggi 3 kepalan 5 jari, yak memang cukup tinggi tetapi lagi-lagi ia berhasil melewati papan tersebut, Choky memang hebat. Aku bangga padamu, teruskan perjuangan mu nak! (oke ini agak lebay). Yak, tadi kan gue mau cerita tentang permasalahan pada Choky, yaitu gue ga tau apa jenis kelaminnya *dziig! pas gue hunting ke toko kelinci gue tanya gimana cara membedakan yang jantan dan betina dan dipraktekkan si abang-abang penjual (sebut saja bang dadang) kelaminnya dipencet (aduh jd ngilu sendiri) kalau kelaminnya tidak menonjol itu berarti betina, kalo menonjol berarti jantan (agak sedikit omes gue bayanginnya haha) dan gue pun tidak berani mempraktekannya kepada Choky, takut dia kesakitan (ya jelaslah gue yg ngeliat aja ngilu), dan biarkan Choky berkembang walaupun belum diketahui identitas kelamin jantan atau betina, tetapi masalah lain di perut Choky terdapat bulu yang agak sedikit soak, kata abang yg jual sih bakal tumbuh tapi sampe sekarang belum tumbuh juga, gue pun berfikir untuk membelikannya obat penumbuh jenggot (lah ini kan BULU bukan JENGGOT), entah apa yang dialami Choky yg jelas Choky tegar, Choky kuat, kalaupun itu penyakit, gue yakin Choky pasti bisa bertarung melawan penyakitnya. Coba search di google ah penyakit-penyakit pada kelinci. Check it out ---> http://tinyurl.com/5waz25g nih gue dapet judulnya "penyakit korengan pada kelinci". Apakah memang benar Choky mengalami korengan? Tapi mengapa tidak ada koreng yang ada hanya kesomplakan pada bulu? Ini menjadi pertanyaan serius dan gue harus menyelidikinya. Nih gue juga dapet blog tentang kelinci. Check this one ---> http://tinyurl.com/6j6fnf4. Oke, sampe pusing saya blogging (padahal pusing karena belum mandi). Cukup sekian entri atom hari ini saya ucapkan assalamualaikum sekian dan terimakasih maaf bila ada salah-salah kata, saya FITRIAH PURNAMA PUTRI memohon maaf yang sedalam-dalamnya (halah lebay!). Well enough, Bye! *kiss hug poke* :)
